Keluarga Serahkan Proses Pengusutan Penyebab Kematian Sutrimo ke Polisi
Keluarga Serahkan Proses Pengusutan Penyebab Kematian Sutrimo kepada kepolisian setelah melalui pertimbangan matang. Almarhum Sutrimo, seorang pria yang
Table of Contents
Keluarga Serahkan Proses Pengusutan Penyebab Kematian Sutrimo ke Polisi
Wahanaberita.com – Keluarga Serahkan Proses Pengusutan Penyebab Kematian Sutrimo kepada kepolisian setelah melalui pertimbangan matang. Almarhum Sutrimo, seorang pria yang berasal dari Desa Wlahar di Kabupaten Banyumas, kini telah resmi dilaporkan kematiannya oleh pihak keluarga. Kecurigaan muncul di kalangan keluarga mengenai ketidakwajaran peristiwa yang menimpa mendiang, sehingga mereka memutuskan untuk melibatkan kepolisian dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
Sutrimo ditemukan tewas dengan mulut berbusa di depan klinik Mordent Aesthetic Clinic yang berlokasi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Hingga saat ini, penyebab kematiannya masih menjadi misteri yang sedang diselidiki oleh pihak berwajib. Di media sosial, ia juga dikenal sebagai kepala rumah tangga (karumga) dari mantan Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah. Peran ini membuatnya cukup dikenal di kalangan masyarakat.
Proses Pelaporan dan Pertimbangan Keluarga
Kuasa hukum keluarga, Aan Rohaeni, menyampaikan bahwa keputusan untuk membuat laporan telah diambil setelah diskusi selama dua hari penuh. “Keluarga menyerahkan sepenuhnya proses penelusuran kepada penyidik dan tidak menunjuk pihak tertentu sebagai terlapor,” jelasnya dalam keterangan yang disampaikan pada Minggu (9/8/2026). Langkah ini menunjukkan kepercayaan keluarga terhadap proses hukum yang sedang berjalan.
Laporan tersebut telah dicatat dengan nomor STTLP/79/VIII/2026/SPKT/POLRESTA BANYUMAS/POLDA JAWA TENGAH. Aan menambahkan bahwa langkah ini diambil setelah keluarga menimbang berbagai informasi yang beredar di masyarakat. Mereka ingin memastikan bahwa proses pengusutan berjalan transparan dan adil bagi semua pihak yang terlibat.
“Prinsipnya keluarga cuma minta kepastian hukum terkait meninggalnya saudara Sutrimo. Wajar atau tidak, cuma itu saja,” ungkapnya.
Alasan Keluarga Meminta Kejelasan
Sebelumnya, keluarga telah menerima dan mengikhlaskan kepergian Sutrimo. Namun, munculnya beragam berita yang simpang siur membuat mereka ingin mendapatkan kepastian melalui proses kepolisian. Aan menjelaskan bahwa hal tersebut juga bertujuan untuk tidak mengganggu lingkungan sekitar maupun masyarakat Desa Wlahar. Keheningan dan ketenangan keluarga perlu dijaga selama proses penyelidikan berlangsung.
“Karena berita simpang siur ke sana-ke sini, mengganggu lingkungan sekitar, buat keluarga juga lingkungan masyarakat di Desa Wlahar. Jadi keluarga ingin kepastian,” ujarnya.
“Keluarga tidak punya siapa terlapornya dan lain-lain, semuanya diserahkan kepada penyidik,” tambahnya.
Kooperatif dan Harapan Keluarga
Aan berharap media dan masyarakat dapat memberikan ruang kepada keluarga serta tidak langsung menyimpulkan penyebab kematian sebelum proses kepolisian selesai. Keluarga berharap proses tersebut dapat memberikan jawaban yang jelas. Mereka juga meminta agar tidak ada spekulasi berlebihan yang dapat merugikan nama baik mendiang.
“Kita berdoa, semoga sebenarnya kematiannya wajar,” ujarnya.
Pihak keluarga juga menyatakan akan kooperatif apabila penyidik membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut terhadap jenazah, termasuk apabila autopsi dinilai diperlukan untuk kepastian. Kakak tiri Sutrimo, Tukim, menjelaskan bahwa keluarga sempat melihat kondisi jenazah saat tiba di rumah dan tidak menemukan hal yang mencurigakan. Kondisi fisik mendiang saat itu terlihat normal tanpa tanda-tanda kekerasan.
Keluarga menyebutkan telah menerima KTP, uang santunan sebesar Rp 20 juta, serta sejumlah surat keterangan dari rumah sakit. Sementara itu, ponsel milik Sutrimo disebut belum diterima. Laporan keluarga Sutrimo telah didaftarkan ke Polresta Banyumas dan sedang dalam proses verifikasi lebih lanjut.
Frequently Asked Questions
Apa yang dilakukan keluarga setelah menemukan Sutrimo tewas? Keluarga melaporkan kematian Sutrimo ke Polresta Banyumas dengan nomor STTLP/79/VIII/2026/SPKT/POLRESTA BANYUMAS/POLDA JAWA TENGAH. Mereka menyerahkan proses pengusutan sepenuhnya kepada penyidik tanpa menunjuk terlapor tertentu.
Di mana Sutrimo ditemukan tewas? Sutrimo ditemukan tewas dengan mulut berbusa di depan klinik Mordent Aesthetic Clinic yang berlokasi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Apakah keluarga memiliki terlapor dalam kasus ini? Tidak, keluarga tidak memiliki terlapor dan menyerahkan sepenuhnya proses penelusuran kepada penyidik untuk menentukan penyebab kematian yang sebenarnya.
Berapa uang santunan yang diterima keluarga? Keluarga telah menerima uang santunan sebesar Rp 20 juta beserta KTP dan sejumlah surat keterangan dari rumah sakit. Ponsel milik Sutrimo belum diterima.
Apakah autopsi akan dilakukan? Keluarga menyatakan akan kooperatif apabila penyidik membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut terhadap jenazah, termasuk apabila autopsi dinilai diperlukan untuk kepastian.
