Turki Harap Mesir Gabung ke Pakta Pertahanan Bareng Saudi-Pakistan
Arab Saudi, Turki, dan Pakistan resmi menandatangani kesepakatan pertahanan bersama di kota Mekkah, Arab Saudi, pada hari Jumat (7/8) waktu setempat
Turki Mengundang Mesir Bergabung dalam Pakta Pertahanan Mekkah
Wahanaberita.com – Arab Saudi, Turki, dan Pakistan resmi menandatangani kesepakatan pertahanan bersama di kota Mekkah, Arab Saudi, pada hari Jumat (7/8) waktu setempat. Penandatanganan bersejarah ini menandai dimulainya era baru kerja sama keamanan regional di Timur Tengah. Setelah penandatanganan tersebut, Turki menyampaikan harapan agar Mesir turut serta dalam perjanjian strategis ini sebagai langkah selanjutnya.
Harapan Turki untuk Ekspansi Aliansi
Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, mengungkapkan kepercayaannya kepada kantor berita Anadolu bahwa Kairo akan bergabung dengan “Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah”. Ia menekankan bahwa Mesir merupakan “mitra alami dalam segala hal” mengingat kedekatan geografis dan historis kedua negara.
“Saya yakin bahwa pada tahap berikutnya, Mesir juga akan bergabung dengan kami dalam aliansi ini. Kami sudah saling bertindak seolah-olah kami adalah anggota aliansi,” ujarnya dalam sebuah wawancara, dilansir AFP, Minggu (9/8/2026).
Fidan menambahkan bahwa masih ada beberapa masalah teknis yang perlu diselesaikan. Menurutnya, begitu hal-hal tersebut beres, tidak ada alasan bagi Mesir untuk tidak menjadi bagian dari pakta tersebut. Proses negosiasi teknis diperkirakan akan berlangsung dalam beberapa minggu ke depan.
Pakta Tidak Menargetkan Negara Tertentu
Fidan menegaskan bahwa perjanjian ini tidak ditujukan untuk menargetkan negara tertentu. “Tidak ada ancaman bersama yang kami cantumkan secara tertulis,” katanya, sebagaimana dikutip kantor berita tersebut. Pernyataan ini bertujuan untuk menenangkan kekhawatiran negara-negara lain di kawasan.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Pakistan menyatakan bahwa pakta tersebut berarti serangan terhadap salah satu anggota akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota. Ia menambahkan pakta itu “bertujuan untuk memperkuat daya tangkal kolektif” menghadapi tantangan keamanan regional yang semakin kompleks.
Visi Ekspansi Regional
Dalam wawancara tersebut, Fidan menyebut perjanjian itu sebagai “langkah paling penting untuk mewujudkan stabilitas jangka panjang di kawasan ini” dan mengisyaratkan bahwa aliansi tersebut dapat diperluas lebih jauh. Ia menekankan pentingnya inklusivitas dalam pengembangan aliansi ini.
“Berdasarkan visi presiden kami, kita tidak boleh hanya terbatas pada tiga negara. Kita harus berkembang dan, jika perlu, merangkul semua negara di bawah payung ini,” ujarnya.
Konteks Geopolitik Penandatanganan
Penandatanganan perjanjian tersebut terjadi di tengah situasi perang antara Amerika Serikat dan Iran. Konflik yang telah menyeret negara-negara di sekitarnya serta mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz dan Laut Merah ini menjadi latar belakang strategis bagi pakta pertahanan baru. Ketegangan regional ini mendorong negara-negara untuk memperkuat kerja sama keamanan.
Perang tersebut telah meningkatkan keberanian Iran dan sekutunya, kelompok Houthi di Yaman yang telah melancarkan serangan terhadap Arab Saudi. Sementara itu, sebuah pesawat nirawak (drone) bulan lalu menghantam aset AS di sebuah pelabuhan Mesir di Laut Tengah, menambah kompleksitas situasi keamanan di kawasan.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pakta Pertahanan
Apa itu Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah? Perjanjian ini adalah kesepakatan pertahanan antara Arab Saudi, Turki, dan Pakistan yang ditandatangani di Mekkah pada 7 Agustus 2026. Serangan terhadap satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota.
Mengapa Turki ingin Mesir bergabung? Turki melihat Mesir sebagai mitra alami karena kedekatan geografis, hubungan historis, dan peran strategis Mesir di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.
Apakah pakta ini menargetkan negara tertentu? Tidak. Menurut Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, tidak ada ancaman bersama yang dicantumkan secara tertulis dalam perjanjian ini.
Kapan Mesir diperkirakan resmi bergabung? Proses negosiasi teknis sedang berlangsung dan diperkirakan akan selesai dalam beberapa minggu ke depan, setelah semua masalah administratif diselesaikan.
Bagaimana hubungan pakta ini dengan konflik AS-Iran? Pakta ini lahir di tengah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, termasuk serangan Houthi terhadap Arab Saudi dan insiden drone di Mesir yang memperkuat kebutuhan kerja sama regional.
