Berita

Kisah Siti, Rela Anaknya Tinggal di Asrama demi Sekolah Rakyat

Tawa dan air mata haru memenuhi ruang makan Gedung Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Banten. Momen tersebut terabadikan saat persiapan seremoni Masa

Desk Berita
Published Agustus 9, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
di-hadapan-seskab-teddy-orang-tua-siswa-sekolah-rakyat-berbagi-kisah-haru-1786175663766
Foto : Mary Anderson - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Siti Yuliana Pasrahkan Putri di Asrama Sekolah Rakyat demi Masa Depan Anak
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Siti Yuliana Pasrahkan Putri di Asrama Sekolah Rakyat demi Masa Depan Anak

Wahanaberita.com – Tawa dan air mata haru memenuhi ruang makan Gedung Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Banten. Momen tersebut terabadikan saat persiapan seremoni Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 (SRT) Kabupaten Tangerang, pada hari ini.

Kegiatan ini menghadirkan para orang tua siswa yang berbagi cerita tentang harapan dan kondisi mereka terkait pendidikan anak-anak. Di antara mereka, Siti Yuliana, seorang ibu rumah tangga dari kawasan pesisir Jakarta Utara, menjadi salah satu sosok yang menginspirasi.

Keputusan Berani untuk Pendidikan Anak

Di hadapan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, serta Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Siti mengisahkan kondisi ekonomi keluarganya. Suaminya berprofesi sebagai buruh harian lepas, sehingga biaya pendidikan Putri Nurdiyanah menjadi pertimbangan utama bagi keluarga.

Kondisi ekonomi yang terbatas sempat membuat Siti khawatir putrinya tidak bisa melanjutkan sekolah. Namun, akhirnya ia memutuskan untuk mengizinkan Putri tinggal di asrama Sekolah Rakyat. Langkah ini diambil agar sang anak tetap bisa bersekolah sambil mendapatkan akses pendidikan dan fasilitas yang disediakan melalui program tersebut.

“Saya ridho anak saya diasramakan dengan bimbingan guru dan wali asrama,” ujar Yuliana dalam keterangannya, Sabtu (8/8/2026).

Program Sekolah Rakyat: Gagasan Langsung Presiden Prabowo

Keputusan orang tua menyekolahkan anak di Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu. Program yang dijalankan Kementerian Sosial (Kemensos) ini tidak hanya menawarkan pendidikan gratis, tetapi juga menerapkan sistem asrama selama 24 jam.

Melalui pendekatan ini, siswa memperoleh pendidikan sekaligus pendampingan untuk mendukung perkembangan akademik, karakter, dan kemandirian mereka.

“Sekolah Rakyat adalah gagasan langsung dari Presiden Prabowo yang untuk pertama kalinya diselenggarakan sejak Indonesia merdeka, dimana Sekolah Rakyat ini diperuntukkan bagi keluarga-keluarga yang paling tidak mampu, yang selama ini belum terbawa oleh pembangunan,” jelas Gus Ipul.

Gus Ipul menambahkan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat turut memutus stigma pendidikan berkualitas yang kerap sulit diakses masyarakat miskin. Melalui model sekolah berasrama, siswa tidak hanya menerima pendidikan kurikulum formal di pagi hari, tetapi juga pendampingan karakter, etika, dan kebiasaan hidup positif hingga malam hari.

Perkembangan Siswa yang Menggembirakan

Perkembangan siswa terlihat jelas dari kemampuan mereka selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat. Salah satunya Misfan Nazriel Faturrahman, siswa asal Kabupaten Bekasi, yang sebelumnya memiliki keterbatasan dalam membaca. Kini, Misfan dipercaya menjadi pembawa acara atau Master of Ceremony (MC) dengan menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Sejumlah siswa lainnya juga menunjukkan perkembangan dalam kemampuan membaca setelah mengikuti proses pembelajaran di Sekolah Rakyat. Perkembangan tersebut menjadi salah satu hasil dari pendampingan dan proses belajar yang mereka jalani.

Ekspansi Pembangunan Sekolah Rakyat

Kemensos bersama pemerintah pusat dan daerah menerapkan skema gotong royong dalam pengembangan Sekolah Rakyat. Pemerintah daerah, mulai dari gubernur, bupati, hingga wali kota, berperan menyediakan lahan. Sementara itu, pembangunan fisik permanen dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Pada tahap pertama, pemerintah menargetkan pembangunan 100 titik Sekolah Rakyat permanen yang ditargetkan selesai tahun ini. Selanjutnya, pada Oktober 2026, pemerintah berencana menambah 100 titik lagi. Setiap sekolah permanen tersebut ditargetkan dapat menampung hingga 2.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Gubernur Banten Andra Soni turut mengapresiasi kebijakan ini. Mengingat tingginya angka putus sekolah di wilayah Banten, hadirnya Sekolah Rakyat menjadi oase yang memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui jalur pendidikan.

Frequently Asked Questions

What is Kisah Siti Rela Anaknya Tinggal di Asrama?

Kisah Siti Rela Anaknya Tinggal di Asrama is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kisah Siti Rela Anaknya Tinggal di Asrama matter?

Kisah Siti Rela Anaknya Tinggal di Asrama matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment