14 Prajurit TNI Diperiksa Usai Aniaya 4 Warga Sipil di Depan Polres Jakpus

Wahana Berita – Terungkapnya tindakan kejam oknum prajurit TNI bermula dari insiden pengeroyokan terhadap seorang anggota TNI yang bernama Prada Lukman di Pasar Cikini pada Rabu (27/3/2024) sekitar pukul 01.00 WIB.

“Peristiwa malam sebelumnya berkaitan dengan kejadian pada Rabu, 27 Maret 2024 sekitar pukul 01.00 WIB. Sebuah kelompok orang melakukan pengeroyokan terhadap Prada Lukman di Pasar Cikini,” ungkap Susatyo.

Dia menjelaskan bahwa peristiwa yang memicu insiden tersebut sebelumnya telah dilaporkan oleh Ketua RT setempat dan disampaikan ke Polsek Menteng. Setelah menerima laporan itu, pihak kepolisian langsung bertindak dengan mendatangi lokasi kejadian.

“Mereka datang untuk mengevakuasi korban Prada Lukman ke rumah sakit serta menangkap satu pelaku bernama Odi,” kata Susatyo.

Insiden pengeroyokan terhadap Prada Lukman diduga berawal dari adanya konflik di Pasar Cikini. Konflik tersebut dimulai dari pedagang di pasar yang memiliki hubungan dengan seorang prajurit TNI.

“Terdapat seorang pedagang yang memiliki hubungan keluarga dengan seorang prajurit TNI, dan bersama Prada Lukman, mereka datang ke rumah Odi. Konflik mulai terjadi, dan mereka dituduh sebagai pencuri, yang kemudian menyebabkan warga turun tangan dan melakukan pengeroyokan,” jelas Susatyo.

Berdasarkan hasil penyelidikan Polres Metro Jakarta Pusat, dua tersangka telah diidentifikasi sebagai pelaku pengeroyokan terhadap Prada Lukman di Pasar Cikini.

“Sehingga, saat ini kami telah menahan dua tersangka terkait insiden ini. Pertama, Odi Rohadi, yang berperan sebagai provokator dengan menuduh korban sebagai pencuri dan membawa korban ke rumah kosong. Dan kedua, Fazli, yang membawa tali untuk mengikat Prada Lukman, serta Maulana, yang melakukan pemukulan,” tambahnya.

 

Sumber : liputan6.com